Asal-Usul SARS-CoV-2

Awal penelusuran SARS-CoV-2, sebagaimana dikemukakan oleh Jin et al. (2020), memusatkan perhatian pada hewan seperti rakun, anjing, dan musang sebagai inang yang terinfeksi. Ternyata hanya sampel dari musang di pasar seafood Huanan di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, yang memperlihatkan hasil deteksi rna positif, sehingga diduga musanglah inang perantaranya. Sejak 2001 diketahui dari pemeriksaan di Hong Kong bahwa ditemukan ada 2,5% orang sehat yang memiliki antibodi terhadap virus korona. Ini mengindikasikan bahwa virus korona penyebab SARS mungkin telah beredar pada manusia sebelum munculnya wabah SARS pada 2003. Kemudian ditemukan bahwa kelelawar Rhinolophus juga memiliki antibodi terhadap virus korona. Oleh karena itu, dari dua fakta itu disimpulkan bahwa kelelawar adalah sumber utama pembanyakan dan perluasan binatang yang terinfeksi virus ini.

Virus korona penyebab MERS juga berkaitan dengan salah satu dari empat genus virus korona, yakni Betacoronavirus (BetaCoV)3 dan unta menjadi tuan rumah sekaligus sumber zoonosisnya. Dari studi mengenai virus korona penyebab MERS yang dikemukakan oleh Jin et al. (2020), virusnya ditemukan pada kelelawar Pipistrellus dan Perimyotis, sehingga diduga kelelawar adalah tuan rumah kunci dan medium penular dari virus korona ini. Awalnya diperkirakan bahwa ular yang kemungkinan menjadi tuan rumah. Setelah ditemukan kemiripan genom dari virus korona baru dengan virus korona penyebab SARS, akhirnya jelas bahwa kelelawarlah yang menjadi inang primernya.

Alur Penularan Virus Korona
Asal, Penularan, dan Karakteristik Virus Korona

Lebih jauh lagi, analisis rekombinan mengungkapkan bahwa pengikat reseptor berbentuk paku berkembang dari suatu virus korona penyebab SARS dan suatu varian Beta-CoV yang belum diketahui, mungkin dari trenggiling (Shereen et al. 2020). Selain itu, ada ahli yang berpendapat bahwa virus dari kelelawar bisa langsung menulari manusia dan setelah itu saling menulari antarmanusia. Ini terjadi karena manusia masuk ke lingkungan hidup kelelawar melalui pembukaan hutan, misalnya untuk perkebunan atau permukiman (Ball 2020).

Keterangan: Gambar mempelihatkan informasi dasar apa yang diketahui tentang
virus SARS-CoV-2 diantaranya ukuran dan genom, dan bagaimana virus
berinteraksi dalam badan manusia. Informasi lebih lanjut bisa dilihat pada:
bit.ly/2WOeN64.

┘ÉArtikel ini disadur dari buku “Memahami Krisis dan Kemelut Pandemi COVID-19” karya Noer Fauzi Rahman dan Ilsa Nelwan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.