Modul Pelatihan: Jurnalisme Ramah Perempuan, Anak, dan Difabel Selama Pandemi

Tulisan ini telah dimuat di situs Liputaninklusif.net, Anda dapat menemukan tulisan asli disini.

Perempuan, anak, dan difabel masih belum mendapatkan liputan yang memadai dari media berita di Indonesia, apalagi pada masa pandemi COVID-19. Padahal, penelitian menunjukkan, mereka adalah kelompok-kelompok yang paling terkena dampak krisis pandemi ini.

Untuk merepons hal tersebut, mahasiswa perlu dibekali dengan sebuah modul yang secara khusus memandu mereka untuk meliput perempuan, anak, dan difabel dalam kondisi krisis. Tentu saja kelompok rentan bukan hanya mereka, tapi juga kelompok minoritas dalam hal agama, gender dan seksualitas, geografis, dan seterusnya. Namun modul ini mengkhususnya pada tiga kelompok itu saja, sebagai langkah awal pengembangan jurnalisme inklusif dalam sekolah-sekolah komunikasi di Indonesia.

Modul ini disusun oleh tim dari Departemen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM dengan dukungan UNESCO Office in Jakarta, yang diikuti dengan pelatihan daring Jurnalisme Inklusif: Liputan tentang Perempuan, Anak, Dan Difabel selama Pandemi. Peserta pelatihan ini berjumlah 60 mahasiswa dari 15 kampus di Indonesia, yang mewakili Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur, pada Oktober-November 2021.

Di bawah ini adalah buku penugasan, yang menyertai modul di atas.

Leave a Comment

Your email address will not be published.