Panduan Pengobatan Covid-19

Panduan pengobatan COVID-19 berlaku bagi semua penderita COVID-19. Kelompok pengembang panduan (GDG= Guide lines development Group) menggunakan definisi keparahan berdasarkan indikasi klinis, disesuaikan dari kategorisasi keparahan penyakit dari WHO. Definisi ini menghindarkan pada akses pelayanan kesehatan untuk mendefinisikan sub kelompok penderita.

Definisi keparahan menurut WHO:

  • COVID-19 Kritis: Definisi menurut kriteria Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), Sepsis, Septic Shock atau kondisi lain yang biasanya perlu terapi untuk menjaga penderita tetap hidup seperti ventilasi mekanis (invasif maupun non invasif) atau terapi vasopressor.
  • COVID-19 berat -bila ada
    • Saturasi O2 <90% di udara ruangan
    • Pada dewasa, tanda severe respiratory distress (penggunaan otot pernapasan tambahan, tidak mampu menyelesaikan kalimat, kecepatan pernapasan > 30 kali per menit) dan pada anak anak, dinding otot dada tertarik berat kedalam, ngorok, central cyanosis (warna kulit kebiruan di seluruh badan), atau adanya salah satu tanda bahaya (tidak bisa menyusu atau minum, lemas atau ada penurunan kesadaran, kejang kejang) ditambah dengan tanda tanda pnemoni.
  • COVID-19 tidak berat bila tidak ditemukan kriteria berat dan kritis.

Catatan: GDG memperingatkan bahwa saturasi O2 90% merupakan batas kesepakatan yang perlu diinterpretasikan dengan hati hati. Misalnya klinisi perlu melakukan penilaian untuk menetapkan apakah rendahnya saturasi O2 merupakan tanda beratnya penyakit atau normal pada orang dengan penyakit paru kronis. Demikian juga saturasi O2 dalam ruangan 90 -94% abnormal (pada orang dengan paru normal) bisa merupakan gejala awal keadaan sakit berat bila kondisinya menurun. GDG secara umum menyarankan bila ragu ragu lebih baik dinilai sebagai kondisi yang lebih berat.

Rekomendasi untuk pengobatan

  1. Casirivimab dan imdevimab (monoclonal antibodi yang menetralisir)

Untuk pasien COVID-19 yang tidak berat (tidak memenuhi kriteria berat atau kritis)

Disarankan terapi dengan Casirivimab dan imdevimab,diberikan kepada mereka yang memiliki kemungkinan tertinggi untuk perawatan Rumah Sakit termasuk mereka yang memiliki risiko tertinggi termasuk belum mendapat vaksinasi lengkap, lanjut usia, pnderita penyakit imunodefisiensi  dan atau penyakit mnahun sepeeti diabetes.

  • IL6 receptor blockers (dipublikasikan 6 Juli 2021)

Rekomendasi berkaitan dengan IL-6 receptor blockers (tocilizumab atau sarilumab) diterbitkan pada 6 Juli 2021 aebagai versi kelima dari WHO living guideline dan dalam BNJ sebagai Rapid recommendation. Tidak ada perubahan dalam versi keenam panduan ini.

Kami merekomendasikan pengobatan dengan IL-6 receptor blockers untuk pasien dengan infeksi COVID-19 dengan sakit berat atau kritis.

  • Corticosteroid (dipublikasikan 2 September 2021)

Kami merekomendasikan pemberian corticosteroid sistemik untuk pasien dengan infeksi COVID-19 dengan sakit berat atau kritis. Bagi penderita yang tidak sakit berat  tidak direkomendasikan penggunaan corticosteroid

Leave a Comment

Your email address will not be published.