Resiko Epidemiologi dari Sirkuit Modal

Resiko Epidemiologi dari Sirkuit Modal

Resiko Epidemiologi dari Sirkuit Modal

Buku menerangkan asal usul COVID-19. Penulisnya adalah Rob Wallace yang juga menulis buku Big Farm Makes Big Flu (2016), seorang ahli biologi evolusioner dan geografer kesehatan masyarakat yang mempelajari proses-proses historis pembentukan wabah. Buku yang berjudul Dead Epidemiologists, On the Origin of COVID-19 ini dan diterjemahkan oleh A. Faricha Mantika adalah buku yang cukup berat untuk dibaca orang awam, karena disamping substansinya yang menyangkut penyakit  COVID-19, juga diuraikan secara multidisiplin, utamanya  biologi, geografi, dan ekonomi politik.

Rob Wallace adalah penderita COVID-19 hingga sesak napas akut pada akhir Maret 2020. Dia menduga-duga kapan dan dimana dia tertular: bisa  di konferensi ketidakadilan rasial, atau di Bus, atau di bioskop di the City of Jackson, ibukota dan  kota terpadat  di negara bagian Mississippi, USA. Ia berpihak pada orang kulit hitam yang memperjuangkan hak-haknya, termasuk dalam menghapuskan segala praktek diskriminasi rasial,  dan perbaikan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Asal usul virus Corona

Hadirnya virus Corona jenis baru ini tidak bisa dipisahkan dari wabah-wabah lain sebelumnya yang diakibatkan oleh agrobisnis dan peternakan industri monokultur, yang menggunakan obat obat kimia, insektisida dan pestisida demi meraup keuntungan yang lebih besar. Penyebab struktural yang diungkapkan adalah rusaknya keanekaragaman hayati didasari oleh Sinofobia (ketakutan orang asing) dan Xenofobia (ketakutan bangsa Cina), dengan meningkatnya kepadatan populasi manusia dan non manusia, pertumbuhan perdesaan yang menjadi area perkotaan.

Investigasi yang didukung modal cenderung menyalahkan petani kecil sebagai pembawa patogen, sedangkan masalahnya adalah dalam sistem produksi.

Tiongkok menolak fakta bahayanya produksi pangan industrial yang menciptakan patogen baru dengan menyatakan bahwa itu adalah harga yang harus dibayar. Namun  munculnya patogen dari pertanian industri  itu juga terjadi  di AS, Eropa, dengan H5N2 dan H5Nx, Ebola di Afrika dan Zika di Brazil.

Agrobisnis membahayakan jutaan nyawa: bila COVID-19 yang angka kematiannya lebih rendah dibandingkan SARS 1, tetapi angka penularannya lebih tinggi korbannya tetap tinggi. Angka kematian COVID-19 di luar Wuhan antara 1-2 persen, namun karena penularannya yang tinggi saat ini sudah ada 4 milyar penderita, dengan angka kematian 1 persen saja akan ada 40 juta kematian.

Bagaimana mekanisme terjadinya penularan virus COVID-19?

Diantara patogen  zoonosis yang memasuki rantai makanan yang baru muncul atau muncul kembali adalah penyebab demam babi Afrika, Ebola, penyakit kuku dan mulut,virus nipah, Salmonella, berbagai varian flu baru  seperti H1N1, H5N1, H9N2.

Peta ekokesehatan menampilkan warna merah untuk kemunculan patogen baru di Bumi selatan,Tiongkok, India, Indonesia, Amerika Latin. Ini terjadi karena peta itu hanya menggambarkan  zona wabah dengan mengabaikan hubungan para pelaku ekonomi yang membentuk epidemi. Ada geografi baru berupa negara negara komoditas yang menghasilkan epidemi di sepanjang  jalan yang dilaluinya. Ekosistem yang tadinya diredam oleh kompleksitas hutan tropis, dengan adanya kekuatan modal menyebarkan infeksi patogen.

Teori umum kemunculan penyakit adalah kombinasi dari sirkuit modal global yang merusak  lingkungan  regional sehingga pertumbuhan patogen tidak terkontrol, meningkatkan kelajuan dan keluasan taksonomi dari perpindahan patogen , pindah ke hewan dan menyerang manusia yang menggunakan transportasi global menyebar ke seluruh dunia dengan cepat, sambil berevolusi menjadi lebih ganas dan menghilangkan seleksi alam sebagai bagian ekosistem. Rob Wallace bicara dengan gamblang dan menyebut nama, perusahaan yang mendukung pembuatan peta wabah : Colgate Palmolive-Johnson and Johnson.

Proses produksi yang mempercepat proses keganasan patogen adalah monokultur genetika, hewan dan tanaman dengan  genom yang sama,  menghilangkan sekat imunogenetika yang  menghalangi penularan, kondisi berdesakan yang menekan respon imun dan memfasilitasi penularan berulang di seluruh galur patogen. Menurunkan usia penyembelihan (pada ayam enam minggu) menyeleksi  patogen yang lebih  virulen, lebih mudah menjangkiti hewan dengan imun yang rendah.

Penelitian yang dikomoditisasi yang didukung oleh agrobisnis mengarah pada  ketahanan hayati yang perlu dilakukan dengan pembatasan agraria, bukan untuk kesehatan masyarakat melainkan untuk keuntungan perusahaan pertanian peternakan multi nasional.

Masalah dasarnya adalah tujuan produksi pertanian dan peternakan industri adalah untuk  keuntungan, sebelumnya pertanian dan peternakan adalah untuk konsumsi manusia. Sebagian besar pembiakan unggas didunia berada di  beberapa perusahaan multinasional misalnya ayam broiler menurun dari sebelas perusahaan pada 1989  menjadi dua perusahaan  pada 2006.

Apa yang bisa dilakukan?

Penelitian pandemi untuk masyarakat diusulkan oleh Agroecology and rural  research corps  merupakan  program dana iuran untuk segera melakukan penelitian guna menjawab semua pertanyaan yang akan membantu masyarakat di seluruh dunia selama berlangsungnya pandemi COVID-19. Fokus penelitian  untuk menjawab pertanyaan kebutuhan masyarakat selama pandemi. Ada enam  kelompok penelitian: Lingkungan tetangga, lingkungan desa, garis pasokan, asal usul wabah, agroekologi dan strategi.

Merubah struktur politik merupakan pencegahan di hulu seperti mencegah kebakaran dengan melakukan perencanaan kota yang lebih baik. Kesalahan sudah terjadi sejak beberapa dasawarsa yang lalu karena  aturan epidemiologi yang individual tidak bisa mengatasi wabah dengan cepat dan efektif.

Ekologi yang probiotik yang mencegah  munculnya patogen potensial dalam keaneka ragaman hayati dengan membatasi penyakit dan keganasan. Akibatnya cukup banyak orang yang tidak terlindungi bila kepentingan pengendalian penyakit perlu diprioritaskan diatas kepentingan ekonomi. Untuk merespon wabah perlu dilakukan nasionalisasi rumah sakit seperti yang dilakukan Spanyol, meningkatkan volume testing, perlindungan staf medis,dan alat alat perawatan intensif yang memadai, memproduksi obat antivirus secara masal. Sistem perencanaan perlu menjamin mengharuskan produksi  kebutuhan alat pelindung diri dan ventilator dan mengalokasikan alat alat medis ke tempat yang membutuhkan (Korea selatan bisa langsung mengadakan APD dan alat test karena sudah ada persiapan wabah).

Disamping itu memperkenalkan kembali manusia ke  siklus regenerasi bumi, ke  keaneka ragaman hayati dan tumbuhan, mengintegrasikan kembali dengan habitatnya, menemukan kembali  kemandirian diluar kerumunan  modal  dan negara. Kita perlu membongkar hirarki penindasan untuk keluar dari perlakuan sebagai sasaran pasar. Jika umat manusia memenangkan perang agrobisnis melawan kesehatan masyarakat maka kita akan bisa menyambungkan kembali  diri kita kedalam metabolisme planet dan menghubungkan ekologi dengan ekonomi.

Perubahan yang berkelanjutan : perubahan produksi pangan radikal dengan membangun kembali  lingkungan, sosialisasi sistim pangan dengan praktek agroekologi, memulihkan celah antara  ekologi dan ekonomi.

Di tingkat internasional dukungan terhadap agro ekologi jelas diungkapkan oleh deklarasi dari the international forum on agroecology : keluarga dan masyarakat adalah tanah subur dimana agro ekologi berkembang. Solidaritas antar masyarakat antara penduduk perdesaan dan perkotaan merupakan unsur penting.

Internasionalisme harus menyapu bersih globalisasi : Globalisasi yang dikenal saat ini adalah para pemilik modal yang menguasai pasar dunia, namun pada saat terjadi wabah negara bagian AS  sampai perlu membeli alat pelindung diri dari pasar gelap. Internasionalisme adalah solidaritas yang ditunjukkan Kuba dan Tiongkok mengirim  dokter ke Italia, Korea selatan melaporkan kasus pertama pada hari yang sama dengan kasus di AS.

Saat ini di seluruh negara hanya ada 192 kematian, bandingkan dengan kematian di New York saja lebih dari 4000. Kuba menjadi contoh dalam inovasi pelayanan kesehatan masyarakat walaupun kemiskinan komparatifnya tinggi. Tidak ada bisnis yang memonetisasi penyakit orang hingga ke rencana asuransi individu. Solidaritas, gotong royong antar negara adalah apa yang diperlukan hari ini.

Buku ini bagus tersusun menurut waktu penulisannya sehingga menggambarkan perkembangan yang terjadi dari virus Corona yang menimbulkan pandemi global sepanjang 2020 dan masih berlangsung. Sumber bahan pustaka terpampang di setiap halaman menggambarkan aspek ilmiah yang kuat. Buku ini agak sulit dibaca karena banyak jargo jargon ilmiah, budaya, serta  ungkapan bahasa yang asing, misalnya  “Kaum liberal memutar bola matanya”( ekspresi tentang ketidak sukaan atas kata atau perilaku seseorang), terroir ( makna aslinya lingkungan tempat tumbuhnya anggur yang menimbulkan rasa spesifik) .

Data Buku

Penulis               :             Rob Wallace

Judul Buku       :             Matinya Epidemiolog: Ekspansi Modal dan Asal-usul Covid-19

Tebal                 :             259 + xxiv halaman

Penerjemah       :             A. Faricha Mantika

Penyunting        :             Noer Fauzi Rachman

Penerbit            :             Penerbit independent, Yogyakarta

Leave a Comment

Your email address will not be published.